Desa Totoharjo pada awalnya hanya merupakan sekumpulan orang-orang yang dikirim oleh Penjajah Belanda dari Pulau Jawa yang terdiri dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jogyakarta pada Tahun 1932.

 

Kawasan yang masih merupakan hutan belantara pada saat itu, oleh Penjajah Belanda diberikan kewenangan membuka lahan semampu tenaga.  Dari perkumpulan orang-orang tersebut disepakati salah satu orang untuk menjadi ketua Kelompok yang seiring dengan perjalanan waktu pada saat itu ketua kelompok tersebut diangkat menjadi Kepala Kampung, yaitu Bpk. Wiryo Rejo yang memimpin sekitar 15 KK.

 

Kampung Totoharjo pada saat itu sesuai dengan peta yang diberikan oleh Penjajah Belanda. Disebelah Utara berbatasan dengan Kampung Tanjung Heran, Selatan berbatasan dengan Laut, Sebelah Timur berbatasan dengan kampung Bakauheni, dan Barat berbatasan dengan Gunung Rajabasa.  Sekitar Tahun 1970 kampung Tanjung Heran Dimekarkan sehingga batas dengan Kampung Tanjung Heran berubah menjadi berbatasan dengan kampung Semanak.  Dan Pada tahun 1990 batas Kampung Bakauheni berubah menjadi berbatasan dengan Kampung Kelawi Kecamatan Penengahan.

 

Selama sekian puluh tahun seiring dengan perkembangan tekhnologi dan kemajuan Jaman, kampung yang sekarang berubah nama menjadi desa, yaitu desa Totoharjo Kecamatan Bakauheni kabupaten Lampung Selatan. Sampai saat ini diakhir tahun 2014 desa Totoharjo dengan penduduk yang mayoritas Petani dengan 12 RT, 6 Dusun dan memiliki 620 KK dengan 2.021 Jiwa. Dengan Total Luas Wilayah 710 km² / 71000 Ha Dengan Rincian Dusun ketileng  187,5km², Dusun sumber Jaya 71,5km², Dusun  sido dadi 109 km², Dusun Cirebon 120,5km²,  Dusun melati indah 103km² dan Dusun Karang indah 118.5 km².

2 thoughts on “SEJARAH DESA TOTOHARJO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *