Adalah Imam Bukhori, sosok seorang pemimpin muda yang berjiwa besar, dia hanyalah seorang Pemimpin sebuah Desa yang sederhana yang terletak diujung barat kecamatan Bakauheni yang mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah petani dan pekebun , Desa yang sederhana itu bernama Totoharjo, Imam Bukhori yang menjabat sebagai Kepala Desa Totoharjo ini mampu menunjukan loyalitas dan kredibilitas yang tinggi bukan hanya untuk warga masyarakatnya Sendiri.

Terlihat ketika Bencana Gelombang Tsunami menghantam desa desa sepanjang Pesisir barat Lampung Selatan yang berada dalam wilayah Administratif Kecamatan Kalianda, Rajabasa dan Bakauheni yang telah memporak porandakan rumah rumah penduduk, fasilitas publik serta memusnahkan harta benda. suasana begitu hening dan mencekam, yang terdengar hanya sayup sayup suara isak tangis mereka yang kehilangan segalanya yang mereka miliki selama berpuluh puluh tahun , semua musnah menyisakan puing puing yang berserakan , keadaan semakin mengenaskan ketika bala bantuan yang berdatangan tak mampu menembus lokasi bencana karena akses jalan satu satunya lumpuh total, sampah sampah yang berupa gelondongan bebatuan, dahan dahan kayu bahkan batang kayu glondongan menjadi penghalang gerak laju para relawan untuk mengevakuasi korban dan mendistribukan bantuan.

adalah sebuah peristiwa faktual yang tidak tersorot oleh media, ketika semua menemui jalan buntu, seorang imam bukhori datang bersama tim dengan membawa Wheel Loader , alat berat yang diturunkan dari pagi hingga malam tersebut akhirnya mampu membuka jalan hingga akses menuju lokasi bencana dapat terbuka. sekonyong konyong para relawan dan bala bantuan merangsrek masuk menuju titik titik lokasi bencana sepanjang garis pantai barat lampung selatan tersebut.

Imam Bukhori berkata ” ketika menolong sesama jangan pandang ini wilayah saya atau ini bukan wilayah saya, mereka adalah saudara saudara kita yang membutuhkan uluran tangan siapa saja”. Sosok pemimpin muda Desa Totoharjo tersebut terjun langsung mengkoordinir tim nya saat upaya pembukaan akses jalan Pesisir barat lampung selatan. Desa Totoharjo sendiri yang juga dirundung duka dengan luluh lantaknya obyek wisata pantai mereka yang terletak di Dusun Karang Indah tidak membuat mata hati Imam Bukhori tertutup terhadap penderitaan warga Desa lain.

ternyata kepedulian imam bukhori tidak berhenti sampai disana, masih datang dari inisiatif sendiri Imam Bukhori mengajak para aparatur desa dan seluruh lapisan masyarakat Desa Totoharjo untuk mengumpulkan bantuan apa saja untuk disalurkan kepada mereka korban bencana di sepanjang pantai Barat Lampung Selatan. dan diluar dugaannya ternyata begitu besar kepedulian warganya hingga Imam Bukhori memutuskan untuk Membuka Posko Bantuan untuk para korban bencana.

namun lagi lagi sepak terjang Kepala Desa Muda tersebut tidak berhenti sampai disitu, Dia memutuskan untuk membuka posko pengungsian korban bencana dan menjadikan balaidesa sebagai barak untuk menampung para pengungsi, keputusan yang didukung oleh seluruh aparatur desa dan seluruh lapisan masyarakat tersebut dari hari pertama buka langsung di serbu oleh puluhan pengungsi yang berasal dari desa tetangga sepanjang pesisir.

hingga pada akhirnya Desa Totoharjo resmi membuka Posko Terpadu untuk para korban bencana , posko yang bermarkas di Balaidesa tersebut menampung hingga hampir 300 Pengungsi. seluruh lapisan masyarakat baik dari ibu ibu PKK , Pemuda Karang Taruna dan warga lainnya berbondong bondong menjadi relawan di posko bersama tersebut, hingga segala kebutuhan para pengungsi dari tempat tinggal, pakaian , pangan hingga kesehatan dapat terpenuhi.

kemudian seiring waktu berdatanganlah para bantuan dari segala penjuru dan mempercayakan Posko Terpadu Desa Totoharjo sebagai tempat transit dan pos pendistribusian bantuan keberbagai tempat pengungsian di sepanjang pesisir barat. para relawan Posko Terpadu Desa Totoharjo yang semua terdiri dari seluruh warga Desa Totoharjo bekerja dibawah mekanisme yang tersusun dan terorganisir baik secara data maupun teknis dilapangan. hingga ini membuat aktifitas pelayanan dapat berjalan efektif dan efisien serta pendistribusian bantuan dari para dermawan yang diamanahkan kepada mereka benar benar tepat sasaran.

Imam bukhori mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh Dermawan yang telah menyalurkan bantuan hingga saat ini dan juga kepada warganya yang selama 24 jam menjalankan tugas kemanusiaan.
Totoharjo, Desa kecil dengan pemimpin dan warganya yang berjiwa besar.

Pewarta : Al- Ghurobaa
Penyunting : Al- Ghurobaa
Video : Yodistara Nugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *