Totoharjo Post– Seandainya saling tolong menolong untuk kemanusiaan tidak mesti menunggu terjadinya Bencana, mungkin rasa persaudaraan akan semakin erat dan tumbuh dengan kuat.

disini, di Desa ini pernah terukir kisah yang akan senantiasa dicatat oleh sejarah dan senantiasa di ingat oleh generasi generasi hingga dipunghujung masa.
sebuah kisah persaudaraan tanpa hubungan darah, persaudaraan yang terjalin diatas keimanan dan kecintaan terhadap sesama makhluk Sang Maha Pencipta.di gedung ini pernah tertumpah darah dan airmata anak manusia, diantara nestapa himpitan bencana yang melanda melumatkan nyawa, harta dan benda .
di ruangan ini pernah terukir cerita seorang anak meratapi kematian orang tuanya .

diantara isak tangis dan jeritan hati yang menyayat, ada pundak pundak yang senantiasa bersedia untuk menjadi tempat bersandar dan menumpahkan derai airmata. ada tangan tangan yang senantiasa memapah ketika tubuh lunglai tak berdaya . wahai anak manusia ingatlah bahwa derita kehidupan adalah sebuah tanda bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sementara.
lalu apa yang menghalangi kita untuk menjaga sujud kita kepadaNya?… kebaikan kebaikan yang tercurah hanya akan menyisakan debu tiada berharga ketika hati enggan terpaut kepada Sang Pencipta.

akan kah kita selalu berkeras hati? menapaki jejak kehidupan yang tiada pernah pasti ini, akankah mata kita tetap terjaga saat semua yang ada terlelap dalam mimpi yang tiada tepi. ataukah kita hanya sibuk mencari puji dari lisan lisan insani, ataukah dengan angkuhnya membusungkan dada tenggelam dalam rasa bangga dengan segala upaya kita yang tiada seberapa, ataukah kita senantiasa sibuk mencari perhatian mata mata manusia dan pengakuan jika kita hebat dan digjaya.

cukuplah bencanaa sebagai bukti nyata bahwa kita bukan apa apa dan bukan siapa siapa……

Pewarta : Al- Ghurobaa
Penyunting : Al-Ghurobaa
Video : Al- Ghurobaa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *