Lokasi kandang berada di dusun ketileng ,dibangun diatas lahan milik Sumardi

 

Kandang ukuran 3 x 12 meter dengan sekat kamar kambing berjumlah 12 kamar

 

Kunjungan Kepala Dinas Peternakan Lampung selatan, Desember 2018

 

 

Ketileng, Totoharjo – Enam Induk kambing Kelompok Peternak Karya Bakti Desa Totoharjo telah melahirkan Total 9 (Sembilan ) ekor anak
kambing, Bantuan kambing dari Dinas Peternakan Lampung Selatan yang diterima sejak 12 Juli 2018 yang berjumlah 11 ( Sebelas )
ekor terdiri dari 10 ( Sepuluh ) ekor kambing betina dan 1 ( Satu ) ekor kambing pejantan ini kini total berjumlah 20( Dua Puluh )
ekor.

Kambing yang ditempatkan dikandang umum kelompok ini secara rutin mendapatkan perawatan dari dinas peternakan setempat, ” dua
minggu sekali kambing kambing kami mendapatkan suntikan imun dan vitamin dari petugas ” Ungkap sumardi, Ketua kelompok Karya
Bakti.
Dia juga menambahkan bahwa kelompoknya sepakat menempatkan kambing kambing mereka dalam 1 (satu ) kandang agar
memudahkan pengontrolan, kandang dengan ukuran 3 x 12 meter tersebut di sekat menjadi 11 (Sebelas ) Kamar dan 1 ( Satu ) Kamar
di isi 1 (Satu) ekor kambing .

Kandang yang dibangun secara swadaya kelompok tersebut berlokasi di atas lahan milik Sumardi sesuai kesepakatan musyawarah
kelompok, dengan pertimbangan lokasi tersebut jauh dari pemukiman warga yang mana keberadaannya tidak mengganggu
warga.”Kami membuat kandang jauh dari pemukiman selain agar tidak mengganggu kenyamanan warga juga agar lebih dekat dengan
perkebunan agar dekat dan gampang ketika mencari rumput” terang Sumardi.
“Bulan lalu kepala Dinas Peternakan Lampung selatan datang mengunjungi kandang kami” imbuhnya

Kandang kelompok Karya Bakti ini bisa menjadi percontohan bagi kelompok yang lain, dengan membuat kandang dalam satu lokasi,
agar mempermudah mengontrolan dan semakin mempererat komunikasi antar anggota kelompok.
Kelompok karya bakti yang berdiri sejak 2 (Dua) tahun yang lalu ini memiliki anggota sejumlah 20 ( Dua Puluh ) orang. menurut sumardi
dalam pembagian giliran Hak urus kambing di tentukan dengan cara di undi, 10 anggota yang mendapatkan giliran pertama akan
mengurus kambing hingga kambing tersebut melahirkan dan setelah anak kambing melewati masa sapih maka hak urus jatuh ke
anggota berikutnya.

perihal sistem bagi hasil, kata sumardi bahwa ada beberapa ketetapan sesuai kesepakatan musyawarah kelompok ” jika lahir satu ekor
maka itu untuk yang ngurus, kalo dua ekor yang 1 untuk yang ngurus dan satu lagi untuk kelompok, kalo lahir tiga ekor maka satu
ekor untuk kelompokdan dua ekor untuk yang ngurus” Papar Sumardi.
“Tujuan kelompok ini untuk mensejahterakan anggota kelompok melalui ternak kambing dan di samping memiliki kandang induk yaitu
kandang milik kelompok ,semua anggota memiliki kandang kambing di rumahnya masing masing hasil pengembangan dari kandang
kelompok” Pungkasnya

Pewarta      : Al-gurobaa
Penyunting : Al-ghurobaa
Photo          : Sumardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *