Lahan persawahan yang mengering, imbas dari kemarau tahun ini ( Photo oleh Al-ghurobaa)
Lahan persawahan yang mengering, imbas dari kemarau tahun ini ( Photo oleh Al-ghurobaa)

Bakauheni – Jarum jarum air dari langit tak kunjung turun, warga masyarakat khususnya kalangan petani dan pekebun begitu merindukan basah tanah sawah ladang mereka oleh air hujan.

Kemarau yang panjang tahun ini berimbas pada merosotnya Pendapatan mereka dari hasil bercocok tanam secara dratis, sawah sawah mereka kering kerontang tidak bisa ditanami padi sehingga memaksa para petani beralih menanam palawija walaupun hasilnya masih jauh dari harapan mereka.

Selain persawahan yang mengalami kekeringan, area ladangpun mengalami nasib yang sama, keringnya tanah menyebabkan banyak tanaman yang meranggas dan tak sedikit pula yang mati.

Salah satu warga yang memiliki kebun pisang mengungkapkan kegelisahannya jika hujan tak kunjung turun dikhawatirkan semakin banyak tanaman pisangnya yang mati.
” Kalau banyak yang mati, yaa mesti harus tanam dari awal lagi, kita rombak lagi tanaman pisangnya” ungkapnya.

Dari pantauan kami memang benar adanya bahwa banyak Tanaman pisang yang layu dan patah batangnya sehingga membuat buah pisang ikut layu dan mati.
” nanti kita sulami tanaman pisangnya dan harus sabar menunggu minimal setahun baru bisa panen lagi” tambah seorang warga yang berprofesi sebagai petani pisang tersebut.

Mereka Berharap pemerintah melalui dinas terkait bisa memberikan solusi yang tepat kedepannya agar mimpi buruk kegagalan panen tak lagi menghampiri mereka.

” kalau bisa sih dibeberapa titik area ladang dan sawah dibangun sumur bor, jadi kami bisa aliri tanaman kami dari situ” Pungkasnya

(Al-ghurobaa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *