Totoharjo -Keseriusan pemerintah Desa Totoharjo dalam upaya pencegahan penyebaran Virus corona yang kian hari grafiknya kian meningkat, dilampung sendiri hingga hari ini, Senin (6/4) tercatat 13 orang positif dan 1 orang meninggal dunia, angka tersebut bisa saja bertambah jika warga tidak mau mengikuti himbauan pemerintah.

Mengingat betapa cepatnya penyebaran Covid-19 ini dan merujuk pada Himbauan Gubernur Lampung, Kepolisian Republik Indonesia Resort Lampung Selatan dan Sektor Penengahan, Imam Bukhori setidaknya telah menerbitkan 3 Maklumat khusus yang diantaranya ditujukan kepada Para warga Totoharjo yang merantau dan berniat untuk mudik, dalam maklumatnya imam menitik beratkan agar warga yang baru tiba dari tanah rantau agar mengisolasi diri selama 14 hari.
” Hendaknya warga yang baru datang dari seberang baik yang berasal dari wilayah zona hijau atau zona merah, wajib menetap dirumah selama 14 hari”. Kata Kades Totoharjo tersebut.
Masa 14 hari adalah masa inkubasi dimana dalam rentang waktu tersebut akan terlihat antara yang terjangkit dengan yang belum terjangkit. ” Kami tidak main main ini, semua demi kebaikan dan keselamatan warga kami, jadi tolong pengertian dan kerjasamanya” imbuhnya.

Selain menerbitkan maklumat untuk para pemudik, Pemerintah Desa Totoharjo juga memberikan maklumat khusus Kepada Kelompok Jama’ah Tabligh yang selama ini biasa melakukan perjalanan ibadah yang disebut Khuruj, menurut para warga Desa, Jama’ah Tabligh yang berasal dari luar Desa Totoharjo ini sering menginap di masjid dalam wilayah administratif Desa Totoharjo. Dengan berbagai pertimbangan yang matang maka terbitlah maklumat Kepada Desa tersebut.
Maklumat ini diterbitkan karena mengingat juga bahwa telah banyak anggota Jama’ah Tabligh yang telah terpapar Covid-19, khususnya dilampung diberitakan ada 1 orang anggota jama’ah Tabligh asal Lampung yang meninggal dunia dibengkulu setelah beberapa hari sebelumnya dinyatakan positif Corona.
” Betul desa kami sering kedatangan saudara saudara Jaulak ( sebutan Warga untuk anggota Jama’ah Tabligh: Red), mereka menginap disalah satu masjid” terang seorang warga yang tidak mau disebut namanya.

Dalam maklumatnya, Imam menegaskan bahwa pemerintah Desa tidak mengijinkan Jama’ah Tabligh untuk melakukan rangkaian ibadah baik itu sekedar menginap maupun mengadakan pengajian dimasjid masjid di Wilayah Totoharjo.
” Mohon maaf untuk Saudara saudara Jama’ah Tabligh untuk saat ini kami tidak memberikan ijin untuk melakukan kegiatan khuruj dan menginap di masjid atau tempat lain diWilayah Totoharjo. Terang Imam Bukhori.

Imam juga menambahkan jika semua kegiatan yang bersifat berkumpulnya massa tidak diberikan ijin, menurutnya hal tersebut sangat rentan Penularan Covid-19.
” Untuk saat ini segala bentuk kegiatan seperti ajang olah raga, pentas seni dan budaya, kegiatan adat istiadat dan juga pengajian, kita stop dulu karena itu sangat rawan sekali dan memiliki resiko tinggi dalam penyebaran wabah ” Tutur imam.

“Kami bersama jajaran Uspika Kecamatan Bakauheni sangat serius dalam tindakan pencegahan penyebaran virus corona, yang masih bandel akan dikenakan sanksi yang tegas karena dalam hal ini pihak Polsek telah mewanti wanti” Pungkasnya ( alg)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *