Warga Dusun Cerbon saat menambal jalanan yang berlubang, jum’at malam (30/07)

 

TOTOHARJO- Jalan raya lingkar pesisir Desa Totoharjo yang sudah beberapa dekade ini mengalami rusak parah dibeberapa titik, mengundang kekhawatiran para pengendara saat melintasi jalur tersebut, kondisi jalan yang berlubang disana sini tak jarang menjadi sebab terjadinya lakalantas, apa lagi saat malam hari dengan jarak pandang yang terbatas para pengendara harus ekstra hati hati.

Jalan propinsi yang menjadi satu satunya akses menuju centra pariwisata disepanjang pantai barat lampung selatan tersebut memang sudah sangat memprihatinkan.
Kesan tak acuh dinas terkait dalam masalah ini sangat kontras dengan program pemerintah pusat dalam pengembangan pariwisata.

Tak ingin membahayakan pengendara yang lalu lalang, warga Dusun Cerbon Desa Totoharjo secara swadaya menambal jalan yang berlubang dengan cara dicor beton.

Pengerjaan dilakukan pada malam hari agar esok paginya sudah kering dan bisa dilalui kendaraan.
Penambalan jalan tersebut dilakukan di beberapa titik yang parah yang ada didusun setempat.

Warga berharap semoga pemerintah melalui dinas terkait dapat segera membenahi jalanan yang rusak, mengingat jalur tersebut merupakan sarana penunjang perekonomian warga, yang mana hasil bumi seperti pisang, kopi, kelapa sawit dan sayur mayur diangkut oleh kendaraan melalui jalan terebut.

“Pemerintah kok kayaknya pilih kasih ya, jalan dari gayam sampai tanjung heran dibangun tapi mulai dari semanak sampai ke pesisir gak di apa apain” ungkap salah satu warga.

Kekesalan warga sangatlah beralasan dan itu memang faktual, karena memang mulai dari Desa Semana hingga pesisir Desa Kenali jalanan sangat memprihatinkan kondisinya.
(Alg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.