Salsabila bersama sang ibu saat berada Diklik Bidan Siti Hartini, Desa Totoharjo (3/9).

 

Totoharjo – seekor babi hutan menyerang Seorang anak yang berusia 10 tahun tepat dihalaman rumah orang tuanya, kamis (3/9).

Peristiwa yang menimpa Salsabila, siswi kelas  4 SDN 1 Totoharjo ini Sontak menggegerkan warga didusun cirebon Desa Totoharjo, lantaran hal tersebut merupakan kejadian yang sangat langka.

Mia (30) adalah ibu dari korban , dia menerangkan bahwa anaknya pagi itu tengah bermain dihalaman rumahnya sedangkan dirinya yang berada didalam rumah sedang menikmati sarapan pagi.

Lalu sayup sayup dia mendengar suara seperti suara letusan senapan di rumpun bambu dibelakang rumahnya, tak berselang lama tiba tiba dia dikagetkan oleh jeritan anak nya dari halaman depan rumah. Seketika dia beranjak dan menghampiri anaknya , alangkah terkejutnya ibu muda ini ketika dia melihat  seekor babi hutan dewasa tengah menyerang buah hatinya, spontan Mia melemparkan piring yang berada ditangannya kearah babi tersebut hingga hewan hutan itu berlari kabur ke semak belukar dipekarangan belakang rumahnya, tetangga dan warga sekitarpun berupaya mengejar babi hutan tersebut, sedangkan Mia langsung membawa buah hatinya ke klinik Bidan setempat karena melihat tangan anaknya terluka dan mengeluarkan darah.

Salsabila, mengalami luka robek yang cukup panjang di punggung telapak tangannya, luka tersebut disinyalir akibat gigitan babi hutan yang menyerangnya tadi, gadis kecil itu mendapatkan penanganan medis yang tepat dan cepat dan dalam keadaan baik sehingga meredakan kepanikan sang ibu.

Di tempat lain , warga yang tengah memburu si babi dengan bantuan anjing anjing berburu milik beberapa warga setempat akhirnya mampu menangkap dan melumpuhkan babi hutan itu setelah melewati proses yang cukup melelahkan.

Babi dengan berat sekitar 60kg itu di gantung dengan pikulan dan digotong oleh 2 orang warga dalam keadaan sudah tak bernyawa. Serangan babi hutan kepemukiman warga merupakan kejadian yang amat langka dan ini menjadi Pekerjaan Rumah kita bersama, mengapa hewan yang habitat hidupnya dihutan sampai harus hijrah kepemukiman warga.

 

Pewarta ; Alg

Editor : Alg

Photo : Group WA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.