Imam Bukhori bersama Bhabinkamtibmas dan aparatur Desa Totoharjo siap melakukan penyemprotan disinfektan  ( photo oleh Sigit Royani)

 

Totoharjo – Sebagai salah satu tindakan preventif terhadap penyebaran wabah Covid-19 dan juga upaya untuk memutus mata rantai pandemi Korona, Kepala Desa Totoharjo dan Seluruh jajaran Aparatur Desa didampingi Bhabinkamtibmas akan melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh Fasilitas Umum ( Fasum) seperti Kantor Desa, Masjid, pos kamling, gedung sekolah, Pasar dan tempat lain yang biasa dijadikan tempat berkumpulnya warga.

“Hari ini kami akan melakukan penyemprotan Secara serentak pada Fasum fasum disemua Dusun, sebagai upaya dari kami agar warga kami terhindar dari virus corona” ujar Kades Totoharjo disela sela pengarahan
Sebelum melepas keberangkatan tim penyemprotan disinfektan di balaidesa.

Dalam kesempatan tersebut Imam Bukhori menghimbau kepada Aparatur Desa agar melakukan Sosialisasi kepada warga mengenai bahayanya wabah Covid-19 dan kiat kiat pencegahan penyebaran virus asal Wuhan tersebut, dan menghimbau warga agar dalam kurun waktu 2 bulan kedepan tidak menggelar pesta pernikahan maupun khitanan yang menjadi tempat bercampur baurnya orang-orang.

“Semua warga yang punya rencana menggelar pesta pernikahan dan pesta yang lainnya agar menunda 2 bulan lagi” kata Imam Bukhori.
Masih dalam kesempatan yang sama kades muda tersebut memberikan maklumat agar semua kegiatan yang melibatkan banyak orang untuk ditiadakan hingga waktu yang belum ditentukan, seperti seminar adat, pergelaran seni dan budaya, pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya.

“Kaur dan kadus harus senantiasa memantau kegiatan warga, jangan sampai ada yang menggelar kegiatan yang disitu jadi tempat kumpul kumpul, kalau masih bandel maka tindak tegas” Papar imam

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa faktor terbesar penyebab semakin meluasnya penyebaran Covid-19 adalah lewat Interaksi antar Individu, dengan berkumpulnya orang-orang yang mana salah satu diantara mereka adalah suspect dan positif Covid-19.
” Jangan kumpul kumpul jika tidak ada seuatu yang penting dan Darurat, nanti kita buatkan maklumat dan kita tempel agar warga bisa membaca” Tambah laki laki yang akrab dipanggil Ndoro tersebut.

” kaur kadus, bagi warga yang baru datang dari seberang agar didata dan diberikan pengarahan agar mengisolasikan diri dirumah semala 14 hari, ini semua kita lakukan demi kemaslahatan masyarakat desa Totoharjo seluruhnya, lebih baik mencegah daripada mengobati” Pungkasnya.
(Alg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.