Totoharjo – Sinergitas antara pemerintah dan rakyat adalah kunci keberhasilan dalam  memerangi wabah Corona Virus Disease ( Covid – 19) yang saat ini masih menjadi momok dinegeri ini, berbagai upaya pencegahan agar virus corona tidak semakin meluas telah di lakukan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah, dinas dan instansi terkait.

Hal serupa juga telah dilakukan oleh Pemerintah Desa Totoharjo, melalui Maklumat Kepala Desa , Pemdes Totoharjo mengajak warganya untuk senantiasa waspada dan sama sama berupaya mencegah agar wabah covid-19 tidak sampai masuk ke Desa Totoharjo.

“Kami telah terbitkan maklumat untuk selanjutnya akan kami tempel di beberapa titik di setiap dusun agar warga kami bisa membacanya” terang Imam Bukhori.

Selebaran yang berisi Maklumat Kepala Desa tersebut akan di tempel di masjid masjid dan mushola mushola di 6 Dusun yang ada yang sebelumnya Pemdes Totoharjo telah melakukan sosialisasi dan publikasi maklumat tersebut di beberapa lini media sosial seperti Whatsapp dan Facebook.

Beberapa isi maklumat tersebuat diantaranya, tidak di ijinkan untuk warga Totoharjo menggelar resepsi atau pesta baik pesta pernikahan maupun sunatan, tidak di ijinkan menggelar hiburan dan kegiatan yang sifatnya berkumpulnya masa seperti pentas seni dan budaya.  ” Ini semua kami lakukan demi kemaslahatan dan kebaikan seluruh warga, karena kami tak mau ada warga kami yang terkena Virus” Ujar Kades Totoharjo.                  Imam Berharap agar warga dapat mematuhi isi dalam Maklumat tersebut. “Seluruh warga hendaknya mematuhi kebijakan baik dari pemerintah pusat maupun daerah, jika ada yang melanggar maka akan kami ditindak tegas bersama instansi terkait” Imbuhnya.

Maklumat tersebut juga ditujukan kepada Takmir Masjid, dimana dalam maklumatnya, Imam Bukhori melarang untuk sementara Takmir atau Dewan Kemakmuran Masjid ( DKM ) mengadakan kegiatan keagamaan yang sifatnya berkumpulnya massa dalam durasi waktu yang cukup lama seperti, Ceramah / pengajian dan I’tikaf, untuk kegiatan sholat berjama’ah untuk sementara tetap dibolehkan dengan catatan para jama’ah di himbau untuk tetap menjaga diri dengan melakukan tindakan antisipasi misalnya menggulung karpet masjid dan membawa sajadah sendiri, juga tidak berjabat tangan, berpelukan dan cium tangan.

Menurut Imam, wabah Corona ini tidak bisa di anggap remeh tapi juga jangan terlalu takut yang berlebihan tapi kewaspadaan itu perlu karena antara yang terjangkit dengan yang sehat tidak bisa di deteksi secara kasat mata. “Jaga kebersihan diri dan lingkungan, jaga jarak saat berada dikeramaian dan rajin cuci tangan dengan sabun” Kata Imam.

“Intinya Ta’at dengan pemerintah terkait aturan selama masa wabah ini agar wabahnya segera hilang, dan dalam waktu dekat kami juga akan terbitkan maklumat untuk para pemudik ”  Kata Ketua Apdesi Kecamatan Bakauheni tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.