Luapan air sungai yang memasuki halaman rumah warga Belebu karang indah, ( Photo: Alg)
Kondisi badan jalan di Dusun sumber muli Karang Indah, ( Photo: Alg)

 

Totoharjo – Banjir setinggi mata kaki orang dewasa kembali menghampiri wilayah Dusun Karang Indah Desa Totoharjo kecamatan bakauheni, Jum’at ( 12/6), setelah hampir semalam suntuk diguyur hujan yang cukup lebat.

Areal dusun Karang indah Belebu yang terdampak banjir tersebut dimulai dari pemukiman setelah simpang tiga dusun setempat arah kedesa klawi hingga kawasan kuburan umum, sekurang kurangnya sepanjang 150 meter badan jalan terendam air.
Air yang berasal dari luapan sungai tersebut membanjiri halaman rumah rumah warga, tercatat ada 5 rumah warga yang halamannya terendam banjir setinggi kurang lebih 15cm.

Banjir juga tak ayal merendam areal perkebunan dan persawahan warga yang tengah ditanami jagung dan padi, wilayah tersebut memang telah menjadi langganan banjir tatkala diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi.

Menurut salah seorang warga, banjir tersebut kerap terjadi karena selain disebabkan oleh pendangkalan sungai juga alur sungai yang berbelok tajam, sehingga ketika datang air dari hulu sungaipun meluap dan air masuk kepekarangan rumah mereka.
” Sungainya cetek juga nikung matah, jadi pas datang air gede dari atas airnya gak ketikung lagi langsung labas aja” ucap salah satu warga.

Lain halnya dengan yang terjadi di Dusun Karang Indah sumber muli, air yang berasal dari perbukitan tak lagi dapat di atasi oleh sistem drainase ditempat itu.
Tata kelola aliran air yang kurang memadai juga ketidaksadaran dari beberapa warga terhadap pentingnya menjaga keberadaan siring jalan, hal tersebut nampak dari beberapa rumah warga yang menimbun siring saluran air untuk dijadikan akses jalan masuk kehalaman rumah mereka tanpa dibuatkan gorong gorong air terlebih dahulu.

Ada pepatah lama mengatakan ” Gajah mati meninggalkan Gading dan harimau mati meninggalkan belang”. Begitu juga halnya dengan banjir yang terjadi, Banjirpun tak hanya menyisakan genangan air, sampah dan lumpur, namun juga menyisakan rejeki bagi para pendulang pasir. sebut saja sukanta, salah seorang warga setempat yang pagi pagi telah terjun kesungai dengan beberapa rekan rekannya, mereka menggali pasir dan mengumpulkannya dibantaran sungai.

Banjir adalah sebuah fenomena yang klasik yang semestinya kita semua tahu bagaimana melakukan kiat kiat agar banjir tidak lagi menyapa wilayah kita, namun semua juga kembali kepada cara pandang individu manusianya mau berfikir dinamis ataukah tidak, akan ada hikmah dibalik musibah. ( alg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.