Segenap jajaran Polsek dan koramil penengahan yang di dampingi Aparatur Desa saat pembubaran masa pengunjung pantai Belebu. ( poto di bidik oleh Sigit Royani )

 

Totoharjo – Kesadaran masyarakat terhadap bahaya wabah Covid-19 terbilang masih sangat minim.
Himbauan dari pemerintah untuk menerapkan Social Distancing selama pandemi corona ini ternyata masih di anggap angin lalu oleh sebagian masyarakat.
Hal ini terbukti dengan masih ramainya masyarakat yang mengunjungi tempat wisata di momen lebaran tahun ini,  mereka mengadakan acara bersama yang bersifat berkerumunnya massa.

Kendatipun areal wisata tersebut telah dinyatakan ditutup selama masa pendemi corona namun oleh sebab rasa kesadaran masyarakat yang sangat rendah maka larangan pemerintah tersebut seakan akan hanya dianggap sebagai formalitas belaka.

Salah satu tempat wisata yang jadi tujuan mereka adalah areal pantai Belebu yang terletak diDesa Totoharjo kecamatan bakauheni padahal areal tersebut oleh pemerintah Desa Setempat telah ditutup bagi para pengunjung, namun nyatanya masih ada saja masyarakat yang datang berkunjung. Pengunjung yang belakangan diketahui berasal dari luar Desa Totoharjo tersebut, mereka mengadakan acara Makan makan bersama diareal wisata pantai Belebu, pengunjung yang berjumlah puluhan orang tersebut semuanya berasal dari Luar Desa Totoharjo.
Alhasil Hal ini membuat geram warga setempat,
Setelah melaporkan ke Posko Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Desa Totoharjo, Hal ini kemudian di teruskan ke Mapolsek Penengahan dan Koramil Penengahan.
Tak lama berselang petugas dari Mapolsek Penengahan dan Koramil Penengahan dengan didampingi oleh aparatur Desa Totoharjo menyambangi areal pantai Belebu untuk membubarkan para pengunjung dan meminta segera meninggalkan tempat tersebut dalam waktu 20 menit.

Petugas Bhabinkamtibmas melalui alat pengeras suara berkeliling dan mendatangi kerumunan pengunjung untuk diminta segera meninggalkan lokasi,
” Kami minta kepada saudara saudaraku Semua agar segera meninggalkan pantai Belebu ini, kami berikan waktu 20 menit” kata Nurasyid melalui alat pengeras suaranya.

Hasil konfirmasi kami kepada Kepala Desa Totoharjo, Dia membenarkan adanya sekelompok masyarakat luar Desa yang berkunjung ke pantai Belebu dia juga mengatakan Selama wabah Covid-19 belum dinyatakan selesai, Pemerintah akan menutup tempat tempat Wisata, hal ini diaminkan oleh Sekretaris Desa saat pembubaran masa pengunjung pantai ikut bersama rombongan aparatur desa dan linmas.

” Kami sudah menutup areal pantai Belebu untuk para wisatawan, namun masih ada saja yang bandel” kata Imam Bukhori.
Kepala Desa Totoharjo tersebut sangat menyayangkan masih adanya masyarakat yang masih memiliki kesadaran yang rendah terdapat bahaya Corona dan massifnya penyebaran virus mematikan tersebut.

” Kami akan ambil tindakan lebih tegas lagi dalam masalah ini, kami akan blokir akses masuk areal pantai ” Lanjut Imam.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Sigit Royani, Sekretaris Desa Totoharjo tersebut mengatakan akan memblokir jalan masuk pantai dari beberapa titik , Dia mengajak Kepala Dusun, RT dan warga untuk segera mendirikan portal. ( Alg)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.