Pemasangan batu pondasi bakal rumah mariam belina.( poto Sigit & Zainal Abidin )

TOTOHARJO- Setelah suaminya meninggal dunia, Mariam Belina, Janda dengan 3 orang anak warga Dusun Melati Indah Desa Totoharjo  ini harus menempuh kehidupan yang sulit. Dalam kondisi ekonomi yang serba kekurangan ini dia harus bisa menjadi tulang punggung bagi ketiga anaknya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, Mariam menjalani hidupnya dengan menjadi buruh serabutan, meski hasil keringatnya tersebut tetap tak juga cukup untuk menutupi kebutuhan dirinya dan anak anaknya, namun tak membuatnya patah arang.

Rumah tempat dia dan anak anaknya berteduh dari terik matahari dan hujanpun sudah nyaris rubuh, dinding geribik bambu yang sudah reot dan berlubang disana sini, belum lagi saat hujan turun air hujan masuk kedalam rumah dan menggenangi hampir seluruh lantai tanah rumahnya.

Melihat Kondisi rumah yang sangat memprihatinkan tersebut, warga Dusun dimana mariam tinggal, bersama sama aparatur Desa setempat secara Swadaya melakukan pemugaran rumah janda 30 tahunan tersebut.

Setelah Rumah yang sebelumnya nyaris rubuh ini dibongkar total, kemudian mulailah warga melakukan penggalian untuk pemasangan pondasi batu,
Pondosi dibuat tinggi agar ketika musim hujan air tidak sampai menerobos masuk kedalam rumah.

Zainal Abidin Kepala Dusun setempat, bersama warga Dusun Melati Indah dan Dusun Karang Indah mentargetkan pembangun rumah tempat tinggal bagi Mariam Belina ini rampung pada minggu (5/06) mendatang.

“Kami dan segenap warga disini berupaya hari minggu sudah bisa pasang atap” ucap Zainal.

Dinding rumah yang rencana akan memakai dinding GRC Board ini memiliki ukuran bangunan 5×5 meter dengan lantai semen.
Biaya pembangunan yang didapat dari hasil swadaya warga ini kemungkinan besar masih belum cukup untuk menutupi kebutuhan material,
untuk rangka kayu dan kusen didapat dari hibah beberapa orang warga sedangkan untuk atap asbesnya belum ada anggaran yang tersedia, Hal ini diungkapkan Zainal saat di hubungi melalui line telepon.

” Untuk semen insyaallah cukup, yang belum tercover itu pembelian Asbes untuk atapnya” Tutur Zainal.

Kegiatan kemanusian dan budaya gotong royong ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang layak untuk kita jaga eksistensinya.

Zainal Abidin menambahkan bagi siapapun yang ingin berdonasi untuk pembangunan rumah mariam belina ini dapat datang lansung ke lokasi yang terletak di Dusun Melati Indah ( Belebu) Desa Totoharjo, atau menghubungi aparatur Desa Setempat.

“Ya kami membuka kesempatan kepada siapa saja dan pihak mana saja yang ingin berkontribusi dalam pembangun ini” Pungkasnya. (Alg)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.