TOTOHARJO- Sosialisasi dan Advokasi Lintas Sektoral Pencegahan Stunting Kecamatan Bakauheni, Hari ini (23/9) di gelar oleh UPT puskesmas rawat inap Bakauheni.

Acara yang bertempat di gedung Balaidesa Totoharjo tersebut dimulai sejak pukul 9.00wib dihadiri Oleh seluruh elemen Uspika Kecamatan Bakauheni.

Nampak hadir Camat beserta staff dan jajarannya, seluruh KUPT kecamatan bakauheni, BhabinKamtibmas, Babinsa, PJ. Kades Totoharjo dan segenap Aparatur Desa.

Ada sekitar 40 undangan yang hadir dalam acara tersebut.
Dalam sesi sambutannya, Camat Bakauheni menyampaikan bahwa masalah Stunting ini merupakan PR bersama bukan sebatas tugas dari dinas kesehatan.
” masalah Stunting ini adalah masalah kita bersama, mari kita bersama sama memerangi Stunting ini” kata Pirma.

Hal serupa disampaikan juga oleh zimer, selaku KUPT kesehatan Kecamatan Bakauheni.
Dalam pemaparannya, zimer menghimbau agar masalah Stunting ini lebih mendapat perhatian khusus, dan melakukan tindakan preventif sejak masa remaja dan  awal pernikahan.
Agar pasutri memperihatinkan komsumsi gizi mereka dan saat masa kehamilan tiba, pasutri harus lebih intens lagi dengan mengontrol pola makan, asupan gizi dan olah raga pada masa kehamilan.

Pada masa remaja, khususnya remaja putri asupan gizi harus di penuhi minimal pemberian kapsul penambah darah, dan bagi calon pasutri sebelum melakukan pernikahan agar datang untuk berkonsultasi kepada UPT kesehatan dan bisa datang langsung ke Puskesmas Rawat Inap Bakauheni.

Desa Totoharjo yang masuk dalam kategori Desa Stunting tahun 2021, berangkat dari hal tersebut, zimer mengharapkan Dinas dinas terkait bisa memberikan bantuan bantuan seperti suplemen gizi dan makanan tambahan untuk balita.
Zimer juga menyarankan kepada yang baru menikah agar memberikan perhatian terhadap asupan gizi sejak masa pra kehamilan, karena pada masa ini merupakan masa masa penentu kondisi bagi yang nantinya ada dalam kandungan.
” Para pengantin baru hendaknya memperhatikan masalah Stunting ini sejak awal pernikahan mereka” Tegasnya.

KUPT. Peternakan dalam sambutannya, memberikan usulan kepada pemdes Totoharjo untuk menerapkan metode K3 ( Kebun, Kandang dan Kolam ) sebagai salah satu upaya pendukung pencegahan Stunting.
Harapannya, dengan metode K3 ini akan terkumpul 3 sumber asupan gizi bagi keluarga dalam satu plot.
“Jadi nantinya enak, Mau sayuran tinggal petik, mau telur tingal ambil, mau ikan tinggal ambil” tuturnya.
KUPT. Peternakan Kecamatan Bakauheni menyampaikan bahwa selama ini pihaknya senantiasa memberikan bantuan seperti kambing dan Unggas kepada kelompok Tani desa Totoharjo.
Namun kedepannya kata dia bantuan peternakan akan diupayakan langsung diberikan kepada kepada keluarga Stunting. ( alg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.