Totoharjo Post, Kunjungan Kepala KPH Lampung Selatan bersama segenap Staf ke Totoharjo yang merupakan Kunjungan lanjutan dari kunjungan sebelumnya (15/7) membahas upaya tindak lanjut wacana tentang pengembangan lebah madu berbasis masyarakat. kunjungan tersebut selain disambut oleh kepala desa yang didampingi oleh ketua LPHD Totoharjo juga di sambut oleh segenap peternak lebah madu Desa Totoharjo.

dalam bincang bincang santai yang bertempat di kediaman Sapto yang merupakan ketua LPHD Totoharjo tersebut mengulas mengenai konsep konsep dan kendala kendala seputar pengembangan lebah madu yang nantinya akan di kembangkan sebagai salah satu destinasi wisata di desa Totoharjo. ”Saat ini kami telah memiliki kurang lebih 100 stup lebah madu yang kami sebar dibeberapa titik” ungkap Sapto, “dan menurut pantauan kami jumlah tersebut masih terbilang sangat minim jika dibandingkan dengan jumlah lebah madu liar yang ada diwilayah kami” imbuhnya.

dalam kesempatan yang sama kepala desa Totoharjo menambahkan bahwa pihak Desa telah memberikan bantuan berupa Stup lebah sebanyak 70 buah sebagai bentuk dukungan terhadap peternak lebah madu desa Totoharjo ,”Jika kedepannya memang terbukti memiliki prospek yang bagus, maka kami akan Alokasikan dana untuk pengembangan” papar Imam Bukhori, beliau menambahkan bahwa Pemerintah desa sudah membuat wacana untuk mengolah potensi lebah madu di desa Totoharjo menjadi sebuah wahana Wisata alam berbasis pendidikan dan dikelola oleh Masyarakat melalui LPHD, “dan jika dibutuhkan kami akan keluarkan Perdes tentang wajibnya menanam Bunga Matahari disetiap halaman Rumah warga sebagai sumber Nektar untuk lebah” Tambah beliau.

Pihak KPH akan mensupport penuh wacana tersebut dan akan memberikan penambahan jumlah Stup kurang lebih 100 buah hal ini diungkapkan Kepala KPH lampung selatan dalam perbincangan tersebut. kemudian rombongan melakukan investigasi lapangan untuk bakal calon lokasi Pengambangan Wisata Lebah Madu, lokasi yang berjarak sekitar 2 km tersebut terletak di kawasan hutan lindung Desa Totoharjo. akses jalan dapat dilalui dengan kendaraan roda dua hanya sampai pada Tapal Batas hutan selebihnya rombongan menuju titik lokasi dengan berjalan kaki sekitar 30 menit.

Wisata lebah madu adalah wacana yang jadi prioritas Desa Totoharjo dengan harapan hal tersebut bisa menjadi ”IKON” Desa Totoharjo.( dar-alghurobaa)

4 thoughts on “WISATA LEBAH MADU TOTOHARJO, CALON DESTINASI WISATA EDUKASI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.